9 Jun 2013

Legenda Gendowor

Minggu pagi, 9 Juni 2013, bertempat di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah: rakyat Kabupaten Tegal dipersatukan dalam tajuk: “Sendratari Legenda Gendowor: Babad Pemerintahan Kabupaten Tegal Abad 17 M.” Di tengah masa gemerlapan seperti sekarang ini, nama Gendowor tentu akan sangat asing bagi warga Slawi pada khususnya. Tidak banyak yang mengetahui bahwa kisah Gendowor ketika memimpin rakyat berperang melawan Belanda: adalah sebuah sisi lain, serpihan sejarah perlawanan berlatar Tegal Abad 17 Masehi yang melegenda.

Dikisahkan: Ki Gede Sebayu yang pada saat itu membabat alas Tegal dan membangun bendungan untuk pengairan; mempunyai dua orang putra, yaitu Raden Ayu Rara Giyanti Subalaksana dan Raden Mas Honggowono. Setelah Ki Gede Sebayu mangkat, Raden Hongowono kemudian menggantikannya sebagai Juru Demung atau Tumenggung ing tlatah Tegal. Raden Honggowono mempunyai seorang anak bernama Nyai Ronggeh dan menikah dengan Pangeran Nalajaya, seorang ksatria dari Palembang.

Mengingat Raden Honggowono tidak mempunyai putra mahkota sebagai penggantinya, maka diangkatlah Martoloyo sebagai Bupati Tegal. Martoloyo mempunyai seorang adik bernama Martopuro. Berbeda dengan kakaknya yang nasionalis dan pro rakyat, Martopuro justru pro Belanda dan menjadi penghasut rakyat. Pada saat itu, Adipati Anom memerintahkan Martoloyo untuk bersiap-siap perang. Akan tetapi, keputusan politik Adipati Anom meminta bantuan Belanda untuk berperang menyerang Trunojoyo terasa sangat menusuk hatinya. Sehingga Bupati Martoloyo menolak keras dan meninggalkan Adipati Anom.

Oleh Adipati Anom, diutuslah Martopuro untuk memanggil kembali kakaknya. Akan tetapi Martoloyo tidak mau kembali, maka terjadilah pertarungan hebat antar dua orang bersaudara itu, sehingga gugurlah kedua-duanya. Gugurnya kedua bersaudara itu membuat Belanda sangat bergembira dan merasa mendapatkan kemenangan karena berhasil menghasut Martoloyo dan Martopuro. Mangkatnya Martoloyo membuat rakyat berlatih pertahanan dibantu oleh seseorang yang bernama Gendowor. 

Ada yang bilang Gendowor adalah tukang pencari rumput, abdi Kadipaten Lama masa kepemimpinan Martoloyo. Akan tetapi sebenarnya Gendowor adalah putra seorang Patih dari Jawa Timur. Gendowor kemudian memimpin rakyat untuk berperang melawan Belanda. Terjadilah perang besar yang pada akhirnya dimenangkan oleh rakyat yang dipimpin Gendowor. Belanda pun mundur. Maka pada akhirnya: Gendowor dinobatkan sebagai Bupati. Rakyat meluapkan kegembiraan karena berhasil mengalahkan musuh yang berusaha menghasut perdamaian.

33 komentar:

  1. Mohon penjelasan sosok gendowor itu nama aslinya siapa? Dan apakah ada keturunan dari kerajaan mana? Mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama aslinya waktu kecil gendowor Trs nama mudanya pranantaka 2 atau arya sindureja, kemudian jd patih di kartasura jaman raja mangkurat amral, beliau keturunan dari ki ageng karotangan, meninggal thn 1703 masehi di dimakamkan di desa paremono, mungkid, magelang, jawa tengah

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Mohon ijin alamat makam martoyo dan martopuro kalo boleh tau dimana yah, saya mau kesana, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makam..kiageng martoloyo berada di dalam kompleks SMA PIUS...KOTA TEGAL...dari pacifik mall ke utara....

      Hapus
    2. Makam..kiageng martoloyo berada di dalam kompleks SMA PIUS...KOTA TEGAL...dari pacifik mall ke utara....

      Hapus
    3. Klo di dalam SMA Pius bukan ya makam ya Mbah Manggeng...

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Gendowor atau pranantaka 2 atau arya sindureja 1

    BalasHapus
  6. Masukkan komentar Anda...gendowor itu makamnya di tembok luwung kab tegal. makabya tonton tuh legenda gunung merapi. hampir seluruhnya menceritakan tentang tegal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, maaf untuk alamat makam martoloyo sama martopuro dimana yah mas
      Terima kasih infonya

      Hapus
    2. Makam Martoloyo di desa Giyanti Selomerto wonosobo. Saya generasi ke 5 eyang Martoloyo, beliai Eyang Canggah saya.

      Hapus
    3. di Desa saya pun ada makamnya martoloyo malah berdampingan dengan makam martopuro

      Hapus
    4. desa anda dimana itu kang... saya bner2 pengen tahu trah sesepuh saya ditegal

      Hapus
    5. Makam mbah martoloyo berdampingan dengan mbah martapura di desa kerta besuki kab. Brebes.

      Hapus
  7. Dalam serat babad tanah jawi...do jelaskan scr detail sejarah gendowor/ arya inductees 1

    BalasHapus
  8. Terimakasih atas informasinya sekelumit kisah tentang kabupaten Tegal

    BalasHapus
  9. nama istrinya bra pucang, putri dr amangkurat agung

    BalasHapus
  10. Makam Raja Gendowor berada di desa saya..
    Desa Tembok Luwung
    Kec. Adiwerna
    Kab. Tegal.
    Disitu juga ada makam mbah dagan dan mbah Luwung.
    Uniknya, kepala desa yg menjabatdi desaku akan menjadi tumbal benjolan (kalau ketika menjabatnta tdk jujur).
    Karena mbah gendowor selalu melindungi desanya....
    ( baca di google sibenjol dr desa Tembok Luwung)

    BalasHapus
  11. SERAT BABAD TANAH JAWI , BALAI PUSTAKA, 1939 – 41, JILID 16
    TEMBANG DHANDHANGGULA
    PUPUH 22

    22. ya ta ing antara ganti warsi | Radèn Arya Sindurêja gêrah | asangêt lajêng sedane | sang nata langkung ngungun | ing pêjahe radèn apatih | binêkta Parimana | gènira kinubur | samana pan sinêngkalan | ing pêjahe buta kalih ngrasa tunggil |[8] warnanên sri narendra ||

    8 sêngkalan : buta kalih ngrasa tunggil (1625 A.J, 1701/1702 A.D ) / 1703 M

    BalasHapus
  12. Aryo martoloyo mempunyai adik lagi yaitu arya suroloyo yang kemudian menjadi bupati brebes...ada yang tau dimana beliau dimakamkan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya martoloyo/martalaya punya adik bernama maryopuro/martapaura. Kebetulan makam beliau ada di desa saya desa kertabesuki, kec. Wanasari. Kab. Brebes. Menurut cerita, setelah perang saudara akibat sang kakak yg nasionalis dan sang adik yang condong memihak belanda, akhirnya mereka berdua wafat, kemudian dalam acara pemakamannya di bunyikanlah gong. Namun ketika gong di pukul, tidak terdengar bunyi apapun, akhirnya pindah tempat pemakaman hingga beberapa tempat. Singkat cerita, ketika sampai di desa kertabesuki, akhirnya gong yang dipukul untuk acara pemakaman dapat mengeluarkan bunyi, dan dimakamkanlah beliau berdua di desa saya bersama patih dari martoloyo yang bernama mbah patih suwondo.

      Hapus
    2. Makam mbah arya sura laya di makamkan di desa suro pesarean yang termasuk daerah tegal kabupaten

      Hapus
  13. Disebutkan Setelah Mangkatnya Aryo Martoloyo..Daerah Brebes Kemudian Berdiri Sendiri Kemudian Diangkatlah Aryo Suroloyo Sebagai Bupati Brebes Pertama...Apa Betul Ceritanya Seperti Itu ? Dan Apakah Bapak/ibu tau dimana makam aryo suroloyo ?

    BalasHapus
  14. Makam Martalaya Martapura itu ada di Brebes tepatnya di desa Kertabesuki..
    Kalo yang ditegal itu semacam petilasan .. disitu juga ada makam Mbah Pati Suanda

    BalasHapus
  15. Benarkah mbah gendowor menguasai kitab somala?....apakah didalam buku babat alas tegal itu tertulis..kesaktian mbah gendowor

    BalasHapus
  16. Ada yang tahukah siapa saja anak keturunan mbah Gendowor

    BalasHapus
  17. Anak dr gendowor adlh adipati sindureja 2 dan raden sukra

    BalasHapus